Bab 19. Kepo

1004 Kata

Anita duduk di tepi ranjangnya setelah mandi. Meski wajahnya masih kemerahan akibat perawatan di klinik kecantikan, tapi Anita tidak begitu perduli. Dia melihat ke tempat tidur. Cia sedang tidur dengan pulas. Rasanya ingin kembali seperti Cia yang belum memikirkan urusan kehidupan ini. Namun, ada juga rasa iba melihat sang anak yang akan tumbuh tanpa ayah jika dia benar-benar berpisah dengan Bagas. Anita ingat akan perkataan Kendra tadi. Dia kemudian mengambil tas dan merogoh dompetnya untuk menemukan sebuah kartu yang diberikan oleh Kendra. "Kendra Bakti Wirabhuana. Kenapa dia langsung menawariku menikah? Aku juga nggak ngerti dia itu normal apa sinting? Kenapa aku langsung mau janji untuk nikah sama dia setelah cerai? Jangan-jangan aku yang sinting," gumam Anita, menempelkan telapak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN