Bab 18. Pengganti

1034 Kata

Bagas menghela napas mendengar sahutan Delisa. Beberapa waktu menjadi istrinya, Delisa belum memanggil Tantri dengan sebutan ibu. Hubungan keduanya juga belum bisa dekat. Bagas kira, itu hanya awal-awal saja, tapi ternyata beberapa hari belum juga berubah. Akhirnya dia hanya diam dan pasrah saja dengan keadaan itu. Asal Delisa tetap bersamanya, dia tidak akan mempermasalahkan. "Kamu mau beli apa buat oleh-oleh?" tanya Bagas. Delisa menoleh ke samping. Menatap ke sepanjang jalan yang mereka lalui. "Nanti kalo ada toko oleh-oleh, aku minta berhenti," sahut Delisa. Bagas mengangguk. Betapa sulit menawari Delisa. Tiba-tiba dia ingat dengan Anita yang selalu mengoceh sepanjang perjalanan ketika dia pernah mengantarnya ke pasar. Mas Bagas, nanti mampir ke toko buah ya, aku kepengen a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN