Anita sangat canggung karena sejak pulang dari ruko, Rahma belum berbincang dengannya. Malah mereka tampak seperti diam-diaman. Rahma menggandong Cia seperlunya, lalu berangkat ke ruko dan tidak juga mengajak Anita. Anita menghela napas. Dia sekarang berdua dengan Cia di rumah, tapi rasanya masih tidak nyaman jika terjadi peranh dingin antara dirinya dan ibunya. Kedua bola mata Anita menyapu sekeliling. Rumah itu, adalah rumah ternyaman yang dia tuju. Namun, jika didiamkan oleh ibunya, dia pun tidak nyaman. "Cia, nenek akan mendiamkan mama seperti ini terus, ya? Sampai kapan ya, Nak? Mama bingung harus apa. Kenapa mama menyanggupi menikah lagi? Bodoh sekali," sungutnya sendiri, sedangkan Cia hanya merespon gumaman Anita dengan celotehan ala bayi yang belum jelas. Bayi kecil itu mengira

