Reverie! Berikan aku rocket punggung yang bisa membawaku terbang!”
Takeru memantapkan hatinya, ia belum tahu apa pun tentang kekuatan Reverie, ia bahkan masih di ambang percaya tidka percaya bahwa ia sedang tidka bermimpi. Tapi justru jika ia tidka berhasil melakukan penggunaan Reverie seperti yang Kozumi lakukan maka ini adalah kenyataan.
Di sinilah Takeru akan membuktikan apakah ini kenyataan atau hanya mimpinya semata!
“Reverie! Berikan aku rocket punggung yang bisa membawaku terbang!” pekik Takeru seraya mengangkat tongkat Kozumi ke arah atas. Setelah mengucapkan kata yang mungkin mantra, Takeru menunggu sekitar satu menit, dua menit hingga beberapa menit berlalu, namun taka da tanda bahwa kekuatan itu akan muncul dan memberikan sesuatu yang dibutuhkannya. Takeru merasa kesal, lalu ia sekali lagi mencoba membaca sesuatu yang ia pikir mantra.
“Reverie! Berikan aku rocket—”
“Jangan membuang-buang kekuatan Reverie ku, kau mau minta roket untuk siapa lagi, hah?”
Takeru mendongak dan ia mendapati Kozumi sedang terbang di atas dengan sebuah roket peluncur di punggungnya.
“Lebih baik sekarang kau pikirkan cara, bagaimana kau bisa berikan tongkatku!”
"Sungguh, siapa orang itu Kozumi? Apakah dia bodoh? Bagaimana kita bisa menyerang tanpa menggunakan s*****a tajam?" Tanya pemuda yang tengah menebas bagian ekor belakang dari monster itu, namun Kozumi menahannya.
"Kita tidak bisa menebas, memotong atau menusuk sembarangan monster ini memiliki tingkat keasaman tinggi pada liur dan darahnya! Kita tidak bisa menyerang monster itu di sini, itu berbahaya bagi masyarakat dan bisa memberi kerugian yang amat sangat nesar.!" Pekik Kozumi membuat pemuda itu menatapnya dengan tatapan remeh.
"Lalu bagaimana rencanamu menyerangnya jika kita tidak boleh menebas, memotong, dan menusuk monster itu dengan s*****a tajam?" Tanya pemuda itu yang juga membuat Kozumi ikut berpikir keras. Memang sedari tadi itulah yang ia pikirkan. Namun sayangnya ia belum menemukan rencana yang pas.
"Kita tidak boleh menyerang di area padat penduduk."
"Kalau begitu bagaimana jika kita bawa ke gunung?"
Kozumi tetap menggeleng, "Kerugian akan sangat besar--ah" Kozumi membawa tubuhnya meliuk untuk menghindari lemparan bola asam. "Pikirkan kerusakan yang akan terjadi jika cairan asam menyebar di gunung dan hutan!" Ungkap Kozumi yang membuat pria itu lagi-lagi harus tercenung.
"Lalu?"
"Kita harus mencari lapangan--whoaah!" Kozumi memekik saat ia mendapati ada sebuah benda yang hendak mendarat dan bahkan hendak menimpa tubuhnya. Untungnya Kozumi sigap dengan jatuhnya benda itu, ia segera membawa tubuhnya untuk menyingkir dari lintasan di mana benda itu akan jatuh. Kozumi segera membawa tatapannya pada Takeru yang pastinya menciptakan benda aneh dan besar itu.
“KAU GILA HAH?!” Kozumi menatap Takeru dengan tatapan membunuh, ia menggerutu seraya menunjuk-nunjuk tangannya pada Takeru, Takeru meringis saat melihat bahwa Kozumi skarang seolah memiliki tanduk dan ekor di tubuhnya. Gadis itu pasti marah sekali.
“KAU YANG MENCIPTAKAN BENDA ITU—”
“KOZUMII! AWAS!” Takeru memotong gerutuan Kozumi saat melihat kotak berukuran besar sebesar meteor namun berukuran dadu itu kembali mengejar Kozumi, Kozumi kembali membawa tubuhnya bergerak ke sisi yang berlawanan dari benda besar itu, namun secekatan apa pun Kozumi bergerak ke kanan dan kiri untuk menghindar bend aitu tetap mengejarnya tanpa henti.
“Si bod*oh itu, apa yang sebenarnya ia ciptakan dnegan kekuatan Reverie ku? dan kenapa bend aini tak henti-hentinya mengejarnya? Kozumi menarik napas Panjang karena entah rencana bodoh apa yang disiapkan bocah itu, kini bukannya ia bertarung untuk melawan Phantasiae negatif tipe enam meter itu, kini ia malah harus bertarung dengan barang ciptaan orang gila, yang ironisnya bend aitu juga diciptakan dari kekuatannya. Kozumi tak bisa membayangkan seberapa banyak kekuatan Reverie yang digunakan sibodoh itu untuk membuat benda berukuran sekitar empat meter berbentuk dadu raksasa itu.
“KAU BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUHKU HAH?! AKU AKAN MEMBUNUHMU DULUAN! AKAN KUBUAT KAU MENJADI GEPENG! BAHKAN AKAN KU JADIKAN KAU MANUSIA GEPREK SEPERTI MAKANAN YANG DIMAKAN SHIIRAA!"
Takeru memejamkan netranya seraya memegang erat tongkat reverie Kozumi. Ia bermaksud memunculkan zat basa dalam ukiran besar dan mengarahkannya pada Kozumi agar gadis itu bisa melemparkan zat itu pada mulut si monster, tapi Takeru tidka bermaksud mem buat bend aitu jadi mengikut dan bahkan ingin menimpa Kozumi. Apakah ia salah dalam meminta? Atau perintah yang ia katakana kurang jelas? Dengan keringat yang berkucuran, Takeru berusaha mereka ulang ucapannya. Apa yang tadi ia katakana dan bagaimana perkataanya? “Wahai Alam, eh Dimensi Reverie, eh apa Dunia Reverie,” Takeru tidka tahu apa tepatnya sebutan dan kebingungan harus menyebut apa dunia ini sehingga ia hanya bisa menyebut satu persatu kata yang tersirat di otaknya seraya berusaha membuat dirinya focus. “Berikan gadis Bernama Kozumi itu zat basa yang bisa menetralkan kadar asam dalam ludah dan darah monster seperti reptile itu, sekitar dua ton!” Takeru berseru semangat dan ia melihat sebuah lubang yang mengeluarkan sebuah benda berbentuk dadu dalam ukuran yang besar. Senyum Takeru merekah seketika. benar! Itu benda yang Takeru butguhkan sekarang. Dengan bend aitu sekarang seharusnya Kozumi bisa mengalahkan monster itu dengan mudah. “Sekarang hampiri Kozumi! Lakukan apa pun untuk bisa berada dekat Kozumi!”
Takeru menelan ludahn kasar setelah akhirnya ia bisa mengingat semua perkataanya tentang zat bas aitu. Pastilah gara-gara kalimat terakhirnya yang meminta untuk berada di dekat Kozumi sehingga bend aitu selalu mengejar Kozumi.
Takeru menepuk wajahnya kasar, kenapa ia mengeluarkan perintah seperti itu? Takeru mengigit bibirnya kesal bercampur resah, tadinya ia berencana untuk membantu Kozumi, namun bukannya membantu, ia malah membuat Kozumi kerepotan dan bahkan menambah masalah.
“WHOAAH! BERHENTI MENGIKUTIKU!” pekik Kozumi yang terus dikejar benda itu.
“Kozumi tu adalah basa! Kita akan menetralkan cairan asam yang tadi kau katakan!" Kozumi menoleh dan ia mendapati Takeru sedang berteriak dari bawah. Kozumi seketika membolakan netranya, ah jadi ini yang dimaksud Takeru? Ia akan menggunakan pengetahuan sains untuk menghentikan monster itu!
Tapi jika memang benda ini untuk mengalahkan monster, kenapa benda ini malah mengejarnya dan seolah ingin menumbuknya? Jika ia diarahkan untuk mengalahkan monster seharusnya ia mengarah ke monster itu!
“Lalu kenapa benda ingin mengejarku? Dan ingin menumbukku?” tanya Kozumi yang masih sibuk berseliweran di atas udara untuk menghindari bend aitu. Takeru tersenyum tak enak “Aku salah memberikan perintah.” Ungkap Takeru yang membuat Alis Kozumi berkerut. Salah perintah? Memangnya perintah macam apa yang ia berikan pada bend aitu? Bagaimana bisa-bisanya ia membuat perintah bend aitu untuk menghabiskan tenaganya?
“Arahkan benda itu pada mulut si monster!” teriak Takeru lagi.
“Aapaaa?” tanya Kozumi yang terus diikuti benda yang baginya jelas menyebalkan,
“BUAT MONSTER ITU UNTUK MEMAKAN BENDA ITU!”