Chapter 12

1084 Kata
Preview : “Lalu kenapa benda ingin mengejarku? Dan ingin menumbukku?” tanya Kozumi yang masih sibuk berseliweran di atas udara untuk menghindari bend aitu. Takeru tersenyum tak enak “Aku salah memberikan perintah.” Ungkap Takeru yang membuat Alis Kozumi berkerut. Salah perintah? Memangnya perintah macam apa yang ia berikan pada bend aitu? Bagaimana bisa-bisanya ia membuat perintah bend aitu untuk menghabiskan tenaganya? “Arahkan benda itu pada mulut si monster!” teriak Takeru lagi. “Aapaaa?” tanya Kozumi yang terus diikuti benda yang baginya jelas menyebalkan, “BUAT MONSTER ITU UNTUK MEMAKAN BENDA ITU! MESKIPUN BENDA ITU TERLIHAT MENGEJAR DAN AKAN MENUMBUK MU, TAPI SEBENARTNYA BENDA ITU HANAY MENGEKORIMU, BUKAN UNTUK MENUMBUK! KAU DENGAR?” Kozumi merasakan alisnya semakin berkedut tidak karuan, apakah orang ini memang benar-benar bo*doh atau ia memiliki tingkat IQ atau logikanya memang sedari tadi tidak jalan? KOzumi pernah mendengar bahwa pemikiran dan logika pria seharusnya lebih baik dari pada perempuan, tapi kenapa bocah laki-laki itu justru menunjukkan yang sebaliknya? Wajah Kozumi terlihat menggelap, “Apakah kau sungguh-sungguh bo*doh atau otak mu itu sudah tidak bisa berputar?! Kenapa tidak kau perintahkan saja benda ciptaanmu itu untuk masuk ke mulut monster itu?! Itu jelas-jelas lebih mudah dan masuk akal dari pada membuatnya mengikutiku!” gerutu Kozumi yang merasa bahwa sebentar lagi akan habis. Hari ini memang sungguh hari s**l baginya, gagal menjalankan rencananya, harus diikuti bocah bo*doh, dan bahkan harus membuang-buang banyak energi denagn sia-sia karena bocah itu! Ia melirik ke arah pemuda berkulit sawo matang yang keadaannya tak berbeda jauh darinya. sepertinya sedari tadi hanya bisa berputar-putar menghindari serangan monster itu, pemuda itu juga sama tak bergunanya seperti Takeru. Tapi setidaknya Kozumi tahu alasannya. Onyakopong, yang sangat mengidolakan karakter Bernama Onyakopon dari suatu anime tentang manusia menghadapi bangsa Titan. Dan Onyakopong mengakui sendiri bahwa ia lebih suka menggunakan otot dan pedangnya dari pada menggunakan otak dan taktik. Maka menghadapi makhluk yang tidak bisa ia tebas dengan pedangnya adalah hal yang paling ia benci karena ia jadi tak bergerak menebas seperti yang ia inginkan. “Ah sia*lan!” pekik Onyakopong saat berkali-kali ia hampir menebas leher makhluk itu namun untungnya ia bisa menahannya, beberapa kali ia juga terdengar mendesis saat ia mendapat cipratan liur monster itu mengenainya. Meskipun sebal karena harus mengakui bahwa ucapan Kozumi benar, di lain sisi ia bersyukur karena Kozumi memberi tahunya untuk tidak menebas bagian tubuh dari monster itu sembarangan. Onyakopong melihat sendiri beberapa atap rumah meleleh karena liur makhluk ini berjatuhan dari langit. Kozumi yang sedang terbang merendah untuk menghampiri Takeru nyaris saja menjadi santapan monster tadi jika saja ia tidak mengerem tiba-tiba, untungnya lagi-lagi dengan gesit Kozumi bisa menghindar, namun saat kejadian itu nyaris merenggut nyawanya, Kozumi menyadari bahwa ia mendapat keuntungan dengan adanya benda itu mengekorinya. Saat tadi Kozumi hampir memasuki mulut monster itu, dan Kozumi yang cekatan segera meliukkan tubuhnya kea rah samping monster itu, benda yang berukuran setengah dari tubuh munster itu, menabrak area mata sang monster hingga membuat monster itu kehilangan penglihatan sementara, dan kozumi yakin bahwa serangan tak terduga dan tak terencana itu cukup ampuh untuk membuat monster itu tidak berkutik untuk sesaat. Menyadari bahwa ia ia memiliki s*****a lain selain tongkatnya yang sekarang berada di Takeru, Kozumi tersenyum miring, merasa bahwa ia bisa memanfaatkan benda yang mengekorinya itu sebagai tinju raksasa yang tak terduga. Kozumi membawa tubuhnya kembali terbang memutar kea rah di mana tadi ia muncul. Silau cahaya matahari membuat ia sedikit kepanasan sebenarnya, namun di lain sisi ini juga menguntungkan juga pertarungannya. Kozumi saat Kozumi terbangb lebih tingi dari monster itu, monster itu otomanis harus mendongakkan kepala dan membuat netranya perih karena cahaya matahari yang mnyilaukan. Sementara Kozumi tidka merasakan silau karena ia membelakangi cahaya matahari. Untuk menyempurnakan serangannya, Kozumi menambah kecepatan luncurannya, ia terbang meluncur dengan gaya seperti superman dengan kecepatan yang sangat tinggi. Roket dengan kekuatan yang besar bahkan mungkin Turbo ini rupanya terasa lebih efisien karena kecepatannya berbeda jauh dengan kecepatan yang bisa dihasilkan dari kepakan sayap. Dan karena kecepatannya yang luar biasa, monster itu yang sudha mereka dan mengingat tingkat kecepatan terbang Kozumj dari sayap, tidak bisa menduga bahwa kecepatan Kozumi meningkat tiba-tiba setelah Takeru memunculkan sayap itu untuknya, Kozumi kembali menyunggingkan senyum, saat ia berhasil mengulangi aksinya, yaitu membawa tubuhnya meluncur seolah ia akan mengumpankan dirinya sendiri dengan tubuhnya, namun sebenarnya ia justru memberi pukulan tepat di wajah monster itu dengan benda kotak yang Kozumi tahu berisi zat basa. Kozumi mungkin harus menarik kata-kata kasarnya tentang Takeru, rupanya benda yang diciptakan orang itu cukup berguna dan ampuh. “Apa yang kau lakukan Kozumi!” tanya Onyakopong yang menyusul di jalur penerbangan yang sama dengan Kozumi. Kozumi yang menikmati setiap Gerakan putaran di atas langit tersenyum miring. “Menurut mu, apa lagi? Tentu saja bersenang-senang.” tanya Kozumi lalu mengulangi Gerakan yang sama untuk memberi tinjuan. “Kozumi!” “KOZUMIII!” “CHUNIBYO! GADIS CHUNIBYO?!” Kozumi menoleh lalu mendesis karena Takeru lagi-lagi memanggilnya dengan sebutan yang ia benci, dan saat ia menoleh ia mendapati Takeru terus melambaikan tangan dan tongkat Hockey-nya di bawah sana, bahkan sesekali ia berloncat-loncat  seperti katak. Kozumi menggeleng-gelengkan kepalanya samar. “Buat monster itu menelan benda itu! Kau mendengarnya?” Takeru berteriak dengan suara yang sepertinya mulai serak, pemuda itu terlihat beberapa kali batuk-batuk. Kozumi melambaikan tangan di udara, tadinya ia ingin menunjukkan satu jempol yang terangkat, tapi ia ras aTakeru tidak akan melihatnya. “BUAT MONSTER ITU MENELAN ZAT BENDA YANG MENGEKORIMU!” Takeru kembali berusaha berteriak dengan suara yang menurut Kozumi sangat menyedihkan. Ia juga bersikap seperti orang gila dengan membuat gerakan-gerakan aneh yang terlihat seperti gerakan induk bebek dan anak bebek yang mengekorinya. Kozumi perlahan mulai menaikkan kembali jarak terbangnya, ia mengangkat tubuhnya perlahan, diikuti monster itu, meskipun menurut rencananya dan Takeru—yang Kozumi tangkap, bahwa dengan mosnter itu menelan benda yang sekarang sedang mengekori Kozumi. “Nah saatnya kau makan siang, kadal.” Ungkap Kozumi dengan senyum percaya diri yang terukir jelas di bibirnya, ia lalu menambah kecepatan dari rocket yang menempel di punggungnya. “Tambah kecepatan!” pinta Kozumi dan entah benda itu memang diciptakan Takeru dengan perintah suara, tapi meskipun bukan Kozumi yang menciptakan bend aitu, benda itu dapat mengerti perintahnya padahal benda yang diciptakan dengan kekuatan Reverie hanya bisa digunakan dan diperintah oleh orang yang menciptakan dengan kekuartan Reverie itu sendiri. Kozumi membolakan mata tiba-tiba seolah ia merasa bodoh. Tunggu, bagaimana Takeru bisa menciptakan benda-benda ini sementara ia belum bertemu Oculus untuk mengaktifkan kekuatan dari Visi Reverie? Kalau begitu dari mana kekuatan Takeru untuk menciptakan benda-benda ini?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN