“Paman Ozan ....” Ozan tersenyum semringah dari balik kacamata yang ia gunakan. Pria itu berdiri di samping body mobil dengan letupan bahagia, keluar dari mobil saat mobil yang dibawa Jihan baru saja terparkir tidak jauh dari deretan di hadapannya. Tanpa ditemani Jihan, anak lelaki itu berlari tanpa dituntun dan berusaha untuk melihat ke area sekitar terlebih dulu. Sedangkan Jihan juga ikut memastikan tidak ada mobil yang lewat di area basement Mal, bergegas menyusul. Ia juga tidak menutupi senyum manisnya di paras cantik. “Paman .... Aku sangat merindukanmu!” bahagia Gani langsung berada dalam dekapan Ozan. Ozan berjongkok untuk menyelaraskan tinggi keduanya dan membiarkan kerinduan bercampur sementara. “Aku juga sangat merindukanmu, Boy,” balasnya menghadirkan tawa kecil dan Gani ti

