Bab 40 - Tentang Perasaan

1646 Kata

Setelah semua pekerjaan yang ia lakukan dalam kurun waktu tertentu telah selesai. Membiarkan pegawainya mulai merealisasikan hasil rapat dan keputusan bersama yang terjalin dengan relasi terpercaya mereka, ia sudah tenang untuk kembali ke Berlin.   Pun, di jam sebelas siang ia sudah turun dari Range Rover putih miliknya, berdiri gugup di depan pintu kafe. Ia sudah berjanji akan datang ke mari dan sekarang ia tengah mengabulkan permintaan Jihan dan Gani.   “Selamat siang Tuan ...”   Ozan tersenyum tipis pada sapaan di depan pintu kafe, melangkah masuk dalam balutan mantel coklatnya. Ia berjalan menuju etalase, bertanya pada salah satu pegawai di sana.   “Nyonya Daymaz ada di sini?”   Perempuan itu mengerjap. Menilik pria yang tidak asing, sebab tidak ada hal yang bisa menghalangi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN