Perempuan itu menatap keluar jendela pesawat. Ia mengulas senyum tipis, berhasil pergi dari kediaman Keluarga Erdem dibantu oleh Faulina. Saudari sepupunya sudah membantu Jihan dan memilih untuk mendukungnya. Diawal ia memang tidak percaya jika ternyata ia telah bertemu Ozan selama mereka di Dubai. Dengan segala pemikirannya yang sudah semakin dewasa, Faulina percaya jika Jihan memang berhak bahagia dan ia berjanji untuk menutupi semuanya sebaik mungkin. Tidak ada yang tahu Jihan mengambil penerbangan ke Rotterdam hari ini. Ia memutuskan untuk segera pergi di antar Faulina sampai bandara, berpisah dengan saudarinya yang kembali ke rumah. Ia menganggap semua berjalan baik-baik saja. Napas Jihan terembus sedikit gusar. Ada ketakutan dalam dirinya untuk mengatakan pada Ozan di sa

