Dua tubuh yang sudah berkeringat ... Nyaris merasakan keindahan malam satu sama lain, diinterupsi oleh panggilan telepon di atas nakas. Berna merasakan tubuhnya kian merasakan gelenyar saat Ozan sudah berhasil membawa miliknya di bawah sana, membuatnya hanya mampu menerima dengan segala hal baru yang ia rasakan. “Ozan ... Ada telepon,” bisiknya, nyaris tidak sanggup ketika miliknya bersiap masuk. “Yozan ... Ada panggilan telepon, Sayang,” lanjutnya yang masih cukup sadar, karena panggilan telepon itu benar-benar mengusik kemesraan mereka. Ia takut dari orang penting yang sangat membutuhkan jawaban Ozan. Tapi, sepertinya pria itu masih saja diliputi gairah, bersiap kembali melesakkan miliknya, tapi ... “Kenapa kepalaku semakin pusing ...” ringisan dan tubuh yang kian bergeser ke samping

