Bab 32 - Regret

1604 Kata

Kepercayaan dan cinta yang dibangun sepenuh hati, kini lenyap tidak bersisa. Kesalahan fatal dan rasa sakit hati di masa lalu, sudah membutakan akal pikiran. Dia ... Telah meninggalkanmu untuk membuang luka yang kau goreskan sangat besar. ** “Aku sudah mengatakannya berulang kali padamu, Ozan. Apa yang aku bicarakan, semuanya sudah aku pikirkan secara sadar. Tidak ada yang bisa menampik jika hasrat kita semakin hari kian menggebu, bukan?” Ozan membiarkan jemari lentik itu mengusap dadaa bidangnya. Ia tidur di atas sofa dengan Jihan dalam dekapannya. Sofa panjang dan lebar itu membuat keduanya nyaman bergelung dalam selimut, membiarkan helaian pakaian keduanya telah teronggok di bawah sana. Jihan dan Ozan saling menuntaskan hasrat berbaur rindu menggebu dalam diri mereka. Perempuan cant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN