Aku pernah merasakan sakit hati, meskipun tidak teramat dalam. Tapi, ada apa dengan gemuruh dalam dadaku? Ini ... Jauh lebih menyakitkan di bandingkan saat statusku direndahkan. Dan ada jarum menusuk lebih banyak, meninggalkan luka besar di hatiku. —Jihan Muge Jihan mengerjap pelan, mengingat malam yang membuatnya sempat berakhir memeluk Ozan. Kepalanya teralihkan, menilik sisi ranjang di sampingnya telah kosong dan spontan menatap pintu kamar mandi yang tertutup. Senyumnya terulas kecil, beranjak duduk dan menciptakan ringisan dalam suaranya. Tubuhnya terasa sakit, begitu pula pengalaman pertama yang mengantarkannya pada candu yang baru. Selama tiga puluh dua tahun hidupnya, Jihan hanya pernah melakukan foreplay bersama Ozan. Dua tubuh dengan cinta yang sama, tidak bisa memendam hasr

