Mungkin, ucapan dulu pernah hadir untuk menampik satu keinginan kuat. Maka, bukankah malam ini menjadi hal yang tepat untuk mereka saling mencecap sebuah kehilangan ‘dua tahun’ lalu? Siapa yang akan kembali menolak? —Dubai, Uni Emirat Arab Ozan memagut liar bibir yang sudah sering ia rasakan sejak pertemuan awal bersama Jihan. Ciuman keduanya sama-sama menutut, terus membawa kedua tangan untuk memberikan sentuhan yang mengantarkan gairah membuka puncak dari setiap hasrat normal. Jihan yang berada di bawah kungkungan Ozan begitu mendambanya. Kedua tangannya dengan cepat melepaskan jas yang malam ini Ozan pakai. Pun, pria itu ikut membantu selagi kedua tangannya kembali untuk memberikan pijatan di kedua dadaa Jihan. “Ozan ...” “Kita bisa menarik kembali ingatan masa lalu itu, Jihan. Aku

