Bab 21 - Rasa Bersalah

1449 Kata

Jihan meletakkan kembali bubuk minuman yang akan ia tuang. Perempuan itu mendesah pelan, merasakan denyutan di kepalanya kian menyentak. Kedua tangan perempuan itu ia gunakan untuk mengenggam erat pinggiran meja.   Ia sedang berada di area minuman, berniat membantu pekerjanya yang siang hari mereka sudah mendapatkan banyak pelanggan. Jam yang tepat dan biasanya digunakan Jihan dalam membantu mereka satu jam kedepan.   “Nyonya? Anda baik-baik saja?”   Jihan terkesiap saat salah satu perempuan mendekatinya. Ia pekerja di kafe Jihan yang baru, tepatnya di Frankfurt. Cabang yang baru resmi, belum sampai satu bulan.   Ia menggigit bibir bawah, mengingat kembali bagaimana peresmian kafe barunya bersama suami dan sang anak.   “Aku hanya merasa sedikit pusing.”   “Anda bisa istirahat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN