Bab 20 - Tuduhan Menyakitkan

1061 Kata

Jihan terduduk lemah di pinggir ranjang dengan bingkai foto berisi pernikahannya bersama Erdem. Ia tidak hanya berdua, mengulas senyum indah di hari pernikahan itu. Jihan berfoto dalam gaun pernikahannya bersama Erdem dan Gani di tengah mereka. Senyum manis tersungging di depan kamera fotografer. Bibirnya bergetar, menyebut satu nama. “Erdem ...” Pria itu tidak sekalipun memperlakukan Jihan dengan buruk. Erdem pria yang sangat menjunjung status dan perannya dalam keluarga maupun di dalam pekerjaannya. Tidak ada musuh yang dirasakan Jihan mengenai pria baik itu. Ia mengerjap. Merasakan dadanya bergemuruh cepat mengingat kejadian di ruang kerja Ozan pada apartemen yang pria itu huni. Jemari tangannya sekilas menyeka sudut mata yang sudah berair. Ia memandang lurus dinding di hadapannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN