44

1565 Kata
Sebelum baca jangan lupa Tap Love! * *^^ Selamat membaca, guys! *M a t a h a r i* Subuh pagi itu ia amati wajah sendu yang senantiasa terlihat pucat. Matanya masih terpejam dengan damai, tepat setelah pukul tiga dini hari wanita paruh baya yang masih terlihat jelita itu kembali merasakan sesak. Anna berhasil terlelap setelah menelan beberapa obat resep dari dokter. Bertepatan dengan sehari setelah Ata pulang, sorenya Anna juga diperbolehkan pulang ke rumah. Dengan catatan seperti biasa, tak boleh banyak melakukan aktivitas. Sudah hampir separuh hidupnya ia habiskan di atas kursi roda atau pun tempat tidur. Tak apa, pikir Anna. Karena setidaknya ia telah memiliki seseorang yang kini benar-benar mencintainya. Meskipun kenyataannya dengan cinta itu ia telah menghancurkan banyak hati hingga patah berkeping-keping. Anna tak menyangka bahwa rasa bersalah akan terus nenghantuinya hingga saat ini. Meski demikian, ia tak juga sanggup melepaskan sosok Rama. Lelaki yang mencintainya tanpa tapi. Tak seperti ayah yang telah meninggalkan ibu dan dirinya yang kala itu masih sangat belia. Mirip seperti Ata. Sialnya, kenyataan itu menamparnya berkali-kali hingga ingin mati. Terlebih lagi melihat sosok Bayu. Satu-satunya anak lelaki yang Anna punya, yang sejak kecil tak pernah memiliki sosok ayah. Waktu itu Anna terlalu belia, gadis polos yang sangat haus akan rasa kasih nan sayang, butuh cinta. Ia rela memberikan segalanya pada laki-laki yang memperlakukannya dengan manis, sehingga begitu ia memiliki Bayu. Lelaki itu minggat tanpa sepatah kata atau pesan perpisahan. Karena itu, ia begitu ingin memiliki Rama meskipun Anna tau lelaki yang ia jatuh cintai itu telah memiliki anak dan istri. Anna sempat buta hal itu hingga detik ini. "Semua laki-laki 'kan, sama saja. Mereka cuma datang buat menciptakan sengsaranya wanita," ucap Anna waktu itu. Namun, sayangnya ia tak menemui sisi buruk dalam diri Rama. Bagi Anna meninggalkan keluarga demi dirinya itulah ketulusan yang benar-benar telah dibuktikan Rama untuknya. Lelaki yang rela meninggalkan segalanya hanya untuk menemaninya, tanpa peduli statusnya sebagai seorang anak tanpa ayah dan ... seorang ibu tanpa suami. Sosok Rama membuat Anna jatuh dan cinta dalam sekejap mata. Lelaki paruh baya itu mengusap punggung Anna dengan halus. Mengecupnya singkat sebelum kemudian memberikan kecupan serupa di dahi Anna. Lelaki itu beranjak dari sisi kasur, berniat untuk segera bersiap-siap bekerja. Hari ini ia harus menyelesaikan semua pekerjaan di kantor konstruksi. Menyelesaikan pembelian tanah yang akan dibangun gedung baru untuk anak perusahaannya. Akan tetapi, sentuhan di lengannya membuat lelaki itu terhenti. Ayah menoleh dan kembali duduk di tempat semua menatap mama dengan tanya. "Kok bangun?" tanya Rama, "tidur, kamu harus istirahat yang banyak." Sepasang mata sendu itu menatapnya dalam bisu. Cukup lama, sehingga Rama membelai rambut hitam Anna. "Maaf." Sebuah kalimat itu diucapkan oleh Anna dengan samar, tetapi dapat dengan jelas di dengar oleh Rama. Lelaki itu kontan menggeleng pelan. Disuguhkan senyum agar wanita di depannya itu yakin bahwa semuanya pasti baik-baik saja. Ia pun berjanji bahwa tak akan pernah meninggalkan Anna sendirian seperti ayahnya dulu. "Bukan salah kamu. Tidur. Aku nggak mau denger apa apa lagi," balas Rama kalem. Wanita itu menurut, membalas perintah Rama dengan menekankan mata. Membiarkan Rama kembali mengusap rambutnya dengan lembut. Sesuatu yang tak pernah ia dapatkan dari lelaki mana pun yang pernah ia temui dalam hidupnya. *M a t a h a r i* My hands, your hands Tied up like two ships Drifting, weightless Waves try to break it I'd do anything to save it Why is it so hard to save it? My heart, your heart Sit tight like bookends Pages between us Written with no end So many words we're not saying Don't wanna wait 'til it's gone You make me strong I'm sorry if I say, "I need you" But I don't care, I'm not scared of love 'Cause when I'm not with you, I'm weaker Is that so wrong? Is it so wrong That you make me strong? Think of how much Love that's been wasted People always Trying to escape it Move on to stop their heart breaking But there's nothing I'm running from You make me strong I'm sorry if I say, "I need you" But I don't care, I'm not scared of love 'Cause when I'm not with you, I'm weaker Is that so wrong? Is it so wrong? So, baby, hold on to my heart, oh Need you to keep me from falling apart I'll always hold on 'Cause you make me strong I'm sorry if I say, "I need you" But I don't care, I'm not scared of love 'Cause when I'm not with you, I'm weaker Is that so wrong? Is it so wrong? I'm sorry if I say, "I need you" But I don't care, I'm not scared of love 'Cause when I'm not with you, I'm weaker Is that so wrong? Is it so wrong? That you make me... I'm sorry if I say, "I need you" But I don't care, I'm not scared of love 'Cause when I'm not with you, I'm weaker Is that so wrong? Is it so wrong That you make me strong? - One Direction. Di depan gerbang sekolah itu sebuah lagu yang terputar melalui earphone yang menggantung di telinga Ata berhenti. Tepat saat gadis itu berdiri di depan gerbang, sebelum kemudian membungkuk dan menopang tubuhnya dengan kedua tangan yang bertumpu di atas lutut. Ata terkekeh kecil melirik arloji yang melingkari pergelangan tangan, mengatur napas yang naik turun setelah berlari dari kafe sampai ke sekolah. "Setengah jam? So bad!" kekeh Ata. Gadis itu menegakkan tubuh, kemudian melenggang masuk melewati gerbang sekolah. Hari ini Ata datang lebih pagi, jadi tak akan ada lagi hukuman berlari mengitari lapangan sekolah. Meskipun Ata menyukainya, tetapi hari ini Ata ingin menghabiskan waktu lebih banyak di atap sekolah. Tempat yang sudah sangat lama tak ia datangi. Gadis itu berjalan melewati koridor sekolah sambil bersenandung kecil mengikuti alunan lagu yang mengalun di ear phone. Mengabaikan tatapan tak suka dari para siswa yang memang sudah sejak awal tak menyukai Ata karena kata orang. Gadis itu sudah terlanjur memiliki citra yang buruk, hanya karena sesekali terlambat, sesekali mengatakan kebenaran pada guru, sesekali memakai seragam secara tak rapi, dan mewarnai rambutnya. Sekalipun Ata selalu mendapatkan nilai terbaik, bahkan juara satu paralel di sekolahnya. Tak seorang pun guru yang memiliki minat untuk menjalin hubungan baik dengan Ata kecuali guru BK yang kerap kali memberikan cokelat kepada Ata. Lagi pula, Ata juga tak ingin peduli. Baginya, setiap orang memiliki hak untuk menyukai atau sekedar membenci. Dan lagi, ia tak butuh siapa pun di sekolah ini. Cukup memiliki Senja dan Bunda, di dunia ini hanya dua orang itu yang dibutuhkan Ata. "Kok dia masih berani masuk sekolah sih? Katanya dia dikeluarin gara-gara kebanyakan bolos," bisik suara itu sampai ke telinga Ata. Namun, seperti biasa Ata tak ingin repot menanggapi hal itu. Gadis itu melenggang pergi dan segera masuk ke kelasnya. Akan tetapi, saat Ata menginjakkan kaki tepat di kelasnya .... Byur! Have I ever told you I want you to the bone? Have I ever called you When you are all alone? And if I ever forget To tell you how I feel Listen to me now, babe I want you to the bone I want you to the bone, o oh, o oh, o oh, o oh I want you to the bone, oh, oh, oh, oh Maybe if you can see What I feel through my bone Every corner in me There's your presence that grown Maybe I nurture it more By saying how I feel But I did mean it before I want you to the bone I want you to- Take me home, I'm fallin' Love me long, I'm rollin' Losing control, body and soul Mind too for sure, I'm already yours Walk you down, I'm all in Hold you tight, you call and I'll take control your body and soul Mind too for sure, I'm already yours Would that be alright? Hey, would that be alright? I want you to the bone, o oh, o oh, o oh, o oh So bad I can't breathe, oh, oh, oh, oh, o oh I want you to the bone Of all the ones that begged to stay I'm still longing for you Of all the ones that cried their way I'm still waiting on you Maybe we seek for something that We couldn't ever have Maybe we choose the only love We know we won't accept Or maybe we're taking all the risks For somethin' that is real 'Cause maybe the greatest love of all Is who the eyes can't see, yeah Take me home, I'm fallin' Love me long, I'm rollin' Losing control, body and soul Mind too for sure, I'm already yours Walk you down, I'm all in Hold you tight, I call and I'll take control of your body and soul Mind too for sure, I'm already yours, oh Oh, yes I want you to the bone, yeah I want you to the bone I want you to the bone, yeah I want you to the bone, bone, o o oh I want you to the bone - Pamungkas. *M a t a h a r i* -B E R S A M B U N G! Yuhuu! Seperti biasa jangan sungkan buat kasih kritik dan saran untuk ceritaku ya, Guys. Aku masih berproses dan belajar, jadi segala jenis Kritik & saran aku terima. Wk wk wk. Sekali lagi terima kasih guys!. Sehat sehat kalian. Love u ? :v
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN