Happy reading, guys! Sajak-sajak yang berjejer rapi di setiap lembaran kertas berwarna cokelat kusam itu membawanya melayang ke negeri dongeng. Sesuai dengan setiap tulisan yang menceritakan keindahan, kadang kesedihan, kadang juga keharuan. Di perpustakaan sekolah Ata duduk di kursi paling ujung. Bersama beberapa buku yang tidak begitu tebal. Buku-buku milik Ws Rendra yang entah sejak kapan ia begitu kecanduan akan puisinya. Sajaknya ringan, namun artinya dalam. Keasikan Ata membaca puisi terhenti begitu ia teringat satu hal. Tasnya masih tertinggal di kelas sedangkan jam pulang sekolah sudah berlalu sejak tadi. Ata memilih untuk tinggal di sekolah dan pulang bersama siswa-siswa yang masih sibuk dengan ekstra kurikuler yang masih sibuk di sekolah. Buru-buru ia kemasi buku-buku yang sud

