Kupesankan Bahagia Hujan datang lagi membawa kenangan Gemercik kecil berbobot ringan berjatuhan di tanah yang sudah basah Seperti aku yang sudah berkali-kali jatuh dalam kubangan yang sama Kubangan bernama masa lalu Aku bangkit, namun masih sama Tenggelam lagi, bangkit kembali Tak seorang pun dari masa kelam datang padaku Tiada marah kuutarakan Hanya amarah yang terpendam Kekecewaan atas rasa sakit Aku memesan bahagia Namun, yang datang adalah luka Aku ingin dia Tapi, aku mungkin tiada dalam takdirnya *** "Gue benci hujan." Ata menoleh, menatap gadis berkaca mata yang melipat tangan di depan d**a. Duduk di emperan toko yang sudah tutup siang itu, mereka setengah basah karena kehujanan. Ata melepaskan jaket berwarna tosca yang membungkus tubuhnya, lalu meletakkan jaket itu

