85

1523 Kata

Selamat membaca! Jangan pelit love ya! *M a t a h a r i* "Kamu cuma butuh pundak baru buat menampung bebanmu." Tangannya kembali mengacak rambut yang mulai memanjang. Di ruang tunggu yang dinginnya tak biasa, aroma antiseptik menyeruak hidung Bayu. Lelaki itu masih menahan sesak yang tak kunjung terurai mengingat perkataan Ata, yang lebih tepat disebut sebagai salam perpisahan. Bayu menghela napas pendek untuk yang keberkiankalinya. Ia sandarkan punggung pada tembok bercat putih di belakangnya. Matanya beralih menatap Aya yang terlelap di pundak ayah. Mereka tampak khawatir karena kondisi Anna—mama Bayu mendadak down. Wanita itu sedang berada di ruangan ICU ditemani para dokter spesialis jantung. Hal seperti ini bukan lagi kali pertama, penyakit jantung lemah yang dimiliki Anna mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN