Ravendra?" Gallen seakan memikirkan nama tersebut. "Siapa dia?" tanyanya. 'Kenapa dia tidak mengenalinya? Apa mungkin ingatannya menghilang?' Sherin bertanya dalam hati. "Apa kau mengenali mereka?" Sherin menunjukkan sebuah poto dari dalam layar ponselnya. Matanya manatap penuh harap, ada bulir bening yang lolos dari sudut pelupuk indahnya saat melihat dengan jelas garis wajah Gallen. Pria bertubuh tinggi dengan rambut sedikit panjang yang di tata rapi menggunakan pomade, matanya yang tidak terlalu besar serta hidung mancungnya mengingatkannya pada sosok seseorang yang sagat di cintainya. Sherin yakin, jika pria di hadapannya adalah orang yang sama yang ada di foto dalam ponselnya, tidak mungkin salah. Itu adalah dia. "Ini... Siapa mereka?" Lalu meremas kasar rambutnya, "Argh... Kepa

