Break

424 Kata
Sesampainya di Villa Silva mengembalikan helm yang di pakai nya pada Alvian.Tak lupa mengucap terima kasih lalu bergegas menemui kekasihnya. Silva melihat jam tangannya menunjukkan jam 10 malam.Sepertinya acara ulang tahun Nakula belum selesai dia masuk ke halaman dimana acara pesta yang meriah sedang berlangsung,suara musik terdengar memecah keheningan malam. Silva melewati beberapa orang yang sedang menikmati pesta matanya mencari sesosok pria pujaanya,namun matanya tak kunjung menemukan pria itu. "Romi dimana Nakul..?!"Silva bertanya pada Romi karena dari tadi tak menemukan pujaan hati "Tadi dia bilang ingin mandi karena badannya penuh telur,mungkin sekarang dia didalam,"terang Romi"kamar nomor 126 Sil."teriaknya sambil berlari ke arah seorang gadis Silva bergegas masuk ke dalam kamar,niatnya memberi kejutan atas kedatangannya.Namun dia malah di kejutkan ketika dia membuka pintu.Di ranjang sedang terbaring Nakula tanpa mengenakan baju dan di atasnya ada seorang gadis memakai dress tipis dan mini bahkan lekuk tubuhnya sangat kelihatan dengan jelas. "Nakul...?!!!"melempar kado yang di bawanya lalu berlari sambil terisak "Silva....ini tak-"Nakul tak menyelesaikan kata-katanya dia langsung mendorong wanita yang menindihnya lalu mengejar Silva. Silva duduk sambil terisak di tengah jalan,karena kakinya tak kuat untuk berlari. Nakul melihat Silva lalu mendekat dan mencoba menjelaskan apa yang sedang terjadi sebenarnya. "Sayang semua yang kamu lihat tak seperti apa yang ada di dalam pikiranmu.Aku dan wanita itu gak punya hubungan apa-apa,bahkan aku tak mengenalnya.Dia masuk begitu saja lalu menindihku."jelas nakul Silva menatap tajam ,masih terisak "Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bujuk,kita sudah sama-sama dewasa.Lagian kita belum sah jadi suami istri jadi kamu bebas ngelakuin pa yang kamu mau.?!" "Aku hanya cinta kamu Silva,aku gak akan mendua ataupun selingkuh.Gak da wanita yang sempurna di mataku kecuali kamu.Sayang kamu percaya kan.?"mencoba memeluk Silva "Awalnya aku percaya,tapi setelah aku melihat dengan mataku.Aku meragukanmu nakul?!"menepis pelukan nakul "Sungguh Silva aku di jebak,aku gak kenal wanita itu.Aku memang b******k suka keluyuran sering di goda bahkan menggoda gadis,namun untuk melakukan hal yang lebih dengan mereka tak pernah ada dalam pikiranku.Aku hanya ingin memberikan kejantananku untuk istriku seorang,yaitu kamu Sil.!" "Aku ragu nakul..."suara Silva lemah "Sil kita berhubungan udah lama,aku kira kamu ngerti aku,seperti aku percaya sama kamu.Tapi KENAPA KAU MERAGUKANKU..!!!"menatap Silva tajam "Entahlah mungkin akhir akhir ini aku merasa sikapmu berubah-. ?" "Yang berubah itu kamu Sil,kamu gak percaya sama aku lagi,apa ada orang lain di hatimu.Karen beberapa bulan ini aku sering ninggalin kamu.?!"suara nakul parau "Nakul kamu malah nuduh aku,sekarang MAU KAMU APA..?!!"Bentaknya di akhir kata "Maksud kamu..?" "Kita break.Benahi sikap kita masing-masing.Aku capek nakul dan aku ragu dengan hubungan kita saat ini.!"lalu beranjak meninggalkan Nakula yang mematung tak percaya Silva berkata demikian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN