Kini Silva mempunyai kesibukan baru, hari-hari nya di habiskan di butik barunya,belum seminggu buka.Butiknya ramai dikunjungi para pelanggan.Karena bahan berkualitas dan modelnya banyak disukai orang.
Seperti yang telah di janjikan Silva pada Nakula tepat di hari Ulang Tahunnya.Silva harus datang mengucapkan secara langsung padanya.
Pagi yang dingin,karena di luar sedang gerimis.Silva berkemas dan menyiapkan diri untuk pergi menemui kekasihnya.
"Kamu jadi nyusul Nakul Sil,di cuaca seperti ini.?"Tanya ibu Dita pada anaknya
"Ya Bu,aku kan udah janji.!"
"Andai Rama ada dia pasti akan ngantar kamu."
"Gak papa Bu,kak Rama kan sibuk nyiapain acara nikahannya.Biar kan dia bersenang senang.Aku akan hati hati."
"Kamu sebaiknya di temani kang Sopir aja Sil,Bu khawatir.?"
"Udah gak papa Bu,Silva akan hati-hati janji.!"
"Ya ibu percaya sama kamu jaga diri ya nak.?!"memeluk anaknya seakan tidak tega melepas putrinya.
Setelah berpamitan Silva pun berangkat.
Di tengah perjalanan hujan mulai reda,namun tiba-tiba mobil yang di kendarainya mogok.Silva menggerutu sendiri karena jalan sepi,Silva merasa sedikit takut.Lalu dia menelepon salah satu bengkel langganannya.Jarak yang lumayan jauh ,maka dia harus menunggunya.Hujan mulai turun lagi buru-buru dia masuk ke dalam mobil.Mengambil ponsel berniat menghubungi Nakula,namun niat itu di urungkan karna dia ingin memberi kejutan pada Nakul.
Memainkan Ponselnya di dalam mobil, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dari kaca mobil.
Sebenarnya dia merasa takut,sebelum membuka pintu bibirnya kumat Kamit membaca doa.
"Mbak kenapa mobilnya.?"tanya seorang pria memakai helm
"Gak tau mas, tiba-tiba mogok.Ada teman saya sebentar lagi dia datang."Jawabnya ngeles
"Boleh saya lihat mbak.?"
Silva hanya mengangguk
"Ini akinya mbak dan beberapa kabel harus di ganti.Mbak mau kemana.?"
"Mau ke Puncak.Ada acara disana.?"
"Perjalanan masih jauh,mbak kebetulan saya juga mau kesana,gimana kalau kita bareng aja.Tapi saya pakai motor."
"Saya tunggu teman saja."
"mbak ini tempat sepi lho,bahaya kalau nunggu sendiri.Jangan takut saya cuma mau nolong.Perkenalkan nama saya Alvian."
"Silva.."
"Nama yang indah,ayo mbak aku antar sampai tujuan.Hujan keburu deras ini."
"Jangan panggil mbak,Silva aja.Aku telpon teman dulu ya.?"
Akhirnya Silva di bonceng pake moge warna merah milik Alvian.Di bawa menuju tempat Nakula.Ternyata Alvian orang yang enak di ajak ngobrol suasana sepanjang perjalanan terasa menyenangkan.Bahkan tak terasa mereka sampai tujuan.
#_Sahabat setia Innovel ,Akankah ramalan buruk tentang Silva terbukti ya..?_#