Anniversary Silva

775 Kata
Tiga bulan sudah Nakula dan Silva menjalin hubungan.Suka duka,tawa canda mereka lalui bersama.Malam ini Nakula berniat untuk memberi kejutan pa da Silva. Siangnya di mempersiapkan tempat,menghiasnya sedemikian rupa. Selesai menyiapkan tempat Romi di suruh menjemput Silva dengan alasan Nakula sedang terluka. Malamnya Romi menjemput Silva. "Silva... Silva...!"panggil Romi sesampainya di depan rumah Silva. Mbak Sari pembantu di rumah itu membuka kan pintu.Segera Romi berlari mencari Silva. "Kenapa mas Romi gugup...?"tanya Silva "Ada sesuatu yang terjadi pada Nakul..!"jawab Romi "Nakul kenapa mas..?"tanya Silva panik "Kamu harus ikut aku sekarang..?!" "Kenapa dengan Nakul.?"tanya seorang pria dari bilik ruangan,ternyata itu Rama.Romi menoleh ke arah Rama dan memberi isyarat kalau sebenarnya Nakul baik-baik saja.Rama tau arti isyarat itu hanya mengangguk . "Ayok...mas kita ke sana sekarang.?!"ajak Silva cemas "Kak Aku bawa Silva ya...?!"ijin Romi pada Rama "Jaga dia baik-baik.!" "Ya kak." "Kak Aku pergi dulu ya..bilangin ke ibu."pamit Silva "Ya.."sahut Rama Merekapun pergi meninggalkan Rama.Sepanjang jalan hati Silva berdebar-debar,pikirannya risau.Mengkhawatirkan kekasihnya. Sesampainya di parkiran Apartemen Silva langsung membuka pintu,lalu mengikuti langkah Romi.Tiba di salah satu kamar Apartemen mereka berhenti Romi membuka pintu lalu pergi. "Sil..,Nakula ada di dalam masuklah.?"pinta Romi "Tapi kenapa gelap.."tanya Silva setelah pintu terbuka. Perlahan Silva masuk,langkahnya berhenti setelah dia mendengar suara detakan kaki. "Nakula...!"panggilnya dalam kegelapan tak lama kemudian ada seseorang yang menutup mata nya dari belakang. Dengan sigap Silva membalikkan keadaan kini tangan orang yang mendekapnya dari belakang di pelintir olehnya.Ya karena Silva bisa bela diri jadi gak semua orang bisa memperlakukan dia dengan seenaknya "Aughh...!"geram suara orang itu kesakitan "Siapa kamu...?!"tanya Silva sembari memperkuat plintiran "Sayang ini aku.."jawab lelaki itu yang ternyata adalah Nakula lampupun dinyalakan,Silva melepaskan tangannya.namun dia masih dalam keadaan kesal. "Gak lucu tau..!"marahnya pada Nakul "Happy Anniversary sayang..."ucap nakul seketika wanita pujaannya itu terdiam "Makasih selama 3 bulan ini udah memberi warna di hidupku,makasih untuk semua kasih sayang dan perhatian yang kamu berikan."lanjut nakul Silva menatap lelaki yang ada di depan nya,lalu memperhatikan dekorasi di sekelilingnya. "Ahhh...kok cuma diam,kamu gak suka...?"tanya nakul lalu membalikkan badan melangkah perlahan. "sreggg...." Silva memeluk badan atletis nya dari belakang. "Makasih sayang udah ngasih kebahagian buat aku,makasih selalu buat aku tersenyum,maaf ya selama 3 bulan kalau aku banyak bikin kamu susah."ucap Silva Nakula membalikkan tubuhnya,langsung mendekap tubuh Silva penuh kasih sayang. "Hanya kamu wanita yang membuat aku takut kehilangan,aku berharap kamu mau Nemani aku sampai aku tua nanti.3 bulan aku kenal kamu,3 bulan aku mengejarmu dan 3 bulan sudah kita bersama.Aku janji akan selalu ada untukmu Silva.."kata Nakula melepaskan pelukan eratnya dan mencium kening Silva. "Tapi gak harus bohong segala kan.!"ucap Silva menatap tajam pada kekasihnya. "Maaf,..."Nakula mencium tangan Silva"aku cuma pengen tau seberapa besar kamu peduli sama aku." "Serius aku hawatir sama kamu" Lalu Nakula menatap wajah ayu Silva,lalu mencium keningnya,turun kebawah,mencium hidung Silva dan ke bawah lagi di bibirnya.Silva menatap mata Nakula lalu memejamkan matanya memberi isyarat pada Nakul. Lagi Romantis-romanantisnya mereka berduaan.Tiba-tiba "Brakkk...!!""suara beberapa orang terjatuh pintu terbanting keras "Kampret....ngapain kalian..!!!"tanya nakul sedikit terkejut dan marah. Romi,Devan,Alvin dan Edo yang dari tadi menguping di balik pintu ketahuan Karena pintunya terbuka hanya tersenyum dengan wajah malu. "Kita ini takut Bro,kalau kalian di kamar berduaan.Yang ketiga setan terus kalau kalian khilaf, sampai terjadi sesuatu gimana kita juga yang kena marah Kak Rama."jawab Devan "Pikiran ngeres...!!!!"sahut Nakula,Silva tersenyum malu. "Kenapa sihh....kalian ganggu malam spesial kami.?!"gerutu Nakula Terdengar gelak tawa dari teman-teman nya. "Udah kita makan rame-rame aja yukkk..?!"ajak Silva "setuju.."serempak mereka menjawab Nakula masih kesal,sedari tadi hanya terdiam. Tak lama kemudian pelayan mengantar makanan datang,mereka makan rame-rame. "Nakul...pesan minum kek,haus ni..?!"suruh Romi "Malam ini aku yang akan memesan minuman untuk kalian."sahut Silva,langsung pergi. "Masih kesel nihhh...?"tanya Devan memecah keheningan "dikit.."sahut Nakul "Ayolah....kita bersenang-senang malam ini,masih ada malam besuk buat kalian."kata Alvin "Lagian kalian ini kan masih pacaran gak baik berduaan,Apalagi Silva itu adik ya Kak Rama .Kalau sampai terjadi sesuatu padanya gimana.?membayangkannya saja sudah ngeri.."tambah Devan dan di balas gelak tawa yang lainnya. "Minuman sudah siap.."Silva datang dengan delapan gelas jus jeruk. "Gak salah nihhh.."tanya Devan "Salah kenapa,bilang tadi haus..?"jawab Silva menggoda,sebenarnya tau minuman apa yang di maksud para pria ini. Mereka berlima menatap satu dengan yang lainnya.Lalu tertawa bersama. "Malam ini spesial ya,...jadi aku yang jadi ratunya kalian harus nurut.Gak ada minuman Beralkohol dan sebagainya.Pahamm..!?"kata Silva "Baiklah tuan putri.."jawab mereka serentak. Malam berlarut dengan gelak tawa mereka,lagi asyiknya mereka bercanda saling ejek.Handphone Silva berdering. "Ya kak...?"jawab Silva setelah mengangkat telepon. "Silva sudah larut malam gak baik anak gadis masih ada di luar."kata Rama dalam telepon menghawatirkan adiknya. "Ya...kak ini udah bersiap pulang kok..!"jawab Silva menutup panggilan telepon dari kakak nya. "Raja udah nyuruh pulang tuhh..."goda Alvin. Mereka langsung bubar.Nakula dan Devan mengantar Silva pulang.Karen mereka gak tega kalau Anak gadis pulang malam sendirian. #_#_###_#_#
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN