Setelah berberapa jam akhirnya Rombongan penjemput Rama Sampai di rumah.Hari itu suasana suka cita menyelimuti kediaman keluarga Herman.Putra kebanggaan mereka datang dengan selamat.Malam ini semua saudara Silva berkumpul.Kakak Kedua Silva yang da di luar negeri pun hadir.Sintya senang melihat kedua adiknya kita sudah bersatu kembali siapa lagi kalau bukan Rama dan Silva.
Malam itu Silva di puji oleh dan di goda habis-habisan oleh ketiga kakaknya.
Mereka semua tahu selama hampir 3 tahun dia membenci,cuek dan selalu menghindar kalau ada Rama.Kini ia tak mau jauh dari kakaknya.Malam pun berlalu dengan canda tawa.Setelah malam berlarut mereka masuk kamar masing-masing beristirahat.
Pagi yang cerah,Silva bangun lalu mandi dan turun untuk bertemu semua anggota keluarga.Dia kira Semua belum bangun.Ketika dia turun dari kamarnya yang terletak di lantai dua.Ternyata semua sudah ada di meja makan.
"Selamat pagi semua.."salam nya
Di balas dengan senyuman oleh semua yang ada di meja makan.
"Kak Rama mana kok belum keliatan.?"
"Tumben nanyain..?"goda kak Sintya
"Sekarang adik perempuan kita ini lagi jatuh cinta sama Rama kak.Jadi pengennya Deket terus....hahaha..!"sahut Salsa
"Belum puas kalian menggodanya tadi malam.!"jawab seorang laki-laki yang baru datang.menghampiri Silva dan mengelus rambutnya.
"Duh...dibelain tu..!"kata Sintya
"Iseng banget dech..!"Silva memelas manja
"Maaf ya nanti siang aku harus pulang,kasihan mbk Mila."kata kak Arman.
"Kenapa secepat itu kak kita baru ketemu."rengek Sintya
"Aku kan sudah seminggu disini lagian mbak Mila di sana gak ada teman malah tadi malam,dia nelpon katanya ibunya masuk rumah sakit.Jadi aku harus pulang."jelas Arman
"Emangnya mertua kak Arman sakit apa.?"tanya Silva
"Diabetes."
"Titip salam dari kita semua ya nak,semoga mertuamu lekas sehat.?"
kata ibu Dita
"Ya....Bu nanti ku sampaikan salam ibu."
Selesai sarapan Silva berpamitan pergi ke kampus,karena ada tugas yang harus di setor hari ini.
_#_#_###_#_#_
Siang ini semua orang sibuk mempersiapkan Pesta penyambutan dan Syukuran atas kembali nya kak Rama.
Rumah di hiasi berbagai warna bunga selayaknya penyambutan seorang pangeran yang habis pulang dari Medan Pertepuran saja.Hari ini Rara juga ada disana,dia ikut membantu mendekorasi ruangan.Berbagai masakan pun siap untuk di olah.Di dapur para pelayan sibuk mempersiapkan makanan untuk hidangan nanti malam.
Malam yang di nantipun datang,para tamu undangan,rekan bisnis kak Rama serta sahabat dan keluarga semua hadir di sana.Mereka bersuka ria,tak lengkap rasanya ada pesta kalau tak ada musik dan minuman beral#######.
Malam itu Silva menggunakan gaun berwarna putih dengan anggunnya dia turun dari tangga kamarnya,semua rekan Rama menoleh ke arahnya.Tak terkecuali Nakula.Semua rekan Rama terpesona melihat kecantikan Silva.Baru kali ini Silva menghadiri Pesta yang diadakan Rama.
Nakula tak mau ada yang memperhatikan dia terlalu lama.Langsung menghampiri Silva dan benggandeng tangannya.
"Sayang kau cantik malam ini.."bisiknya
"Emang ....kemarin aku gak cantik ya...?!"goda Silva pada kekasihnya.
"Cantik,tapi malam ini spesial cantiknya."
"Da satu kata untuk kamu.,?"
"Apa Yang..?"tanya nakul penasaran
"Gombal..!"sahut Silva tertawa
"Ya udah kalau gak percaya..!"jawab nakul kesal
Rama lalu menyambut Silva dan memperkenalkan ke semua rekannya.
"Gak nyangka Kak Rama punya adik secantik Bidadari."puji salah satu teman Rama
"Tapi sayang Nakula sudah mengambil hatinya."sahut teman yang lain
Suasana semakin malam semakin Ramai sana.Penari menari dengan lincahnya menggoda para tamu untuk memberi sawer,serta melantunkan lagu
yang merdu.Gak lengkap kalau mereka tak minum-minum.Silva memperhatikan Rama yang dari tadi menenggak minuman ke### yang bisa membuatnya tak sadarkan diri.Tapi pria ini kuat minum juga sudah beberapa gelas dia teguk masih saja sadar.Begitu juga dengan Nakula,Romi,Devan,Sandi dan yang lainnya.Ya begitulah kehidupan mereka yang sebenarnya tak lepas dari minuman Ke### beral#####.Mereka kan para anggota Mafia.
Malam pun semakin larut Silva memutuskan untuk meninggalkan Pesta dan pergi istirahat di Kamarnya.Namun dia di kagetkan dengan seorang pria yang tiba-tiba menghampirinya.Oria itu merayu dan menggoda Silva,bahkan dia menarik Silva untuk ikut menari bersamanya.Nakula melihat kekasihnya di paksa,dia marah dan me###ul pria yang setengah ma### itu.
"Hai....pa yang kau lakukan padanya.?!!"tegur Nakula dengan wajah marah
"Hai ...nakul aku hanya ingin bersenang senang dengannya.?"jawab pria itu
"Bersenang-senang lah denganku,...jangan dengannya..!!!!"sahut nakul sambil melayangkan tin#### tepat di wajah pria itu hingga dia tersungkur.
Suasana hening sejenak,Rama menghampiri Nakula.
"Ada pa ini nakul..?"
"Rudi ingin bersenang-senang saja bang,jangan khawatir.Dia ingin sedikit menari denganku.."kata nakul dengan isyarat
Rama tau apa yang dimaksud Nakul hanya tersenyum.Lalu memangil penjaga dan menyuruh membawa Rudi pria yang menggoda Silva tadi.
"Yang kamu gak papa kan.?"tanya nakul cemas
"Aku gak,papa.Sayang ada hal yang ingin aku bicarakan.."
"Apa..?"
"Aku gak suka kamu main hakim sendiri kayak gitu,ya kalau orangnya terima kalau gak tau kan bisa bahagiain kamu."
"Yang laki-laki macam Rudi itu gak perlu dikasihani,dia emang suka menggoda wanita.Aku gak mau pacar aku diperlakukan gak sopan sama laki-laki manapun."Silva tersenyum manja lalu seperti biasa dia mencubit hidung nakula
.Nakula senang dengan apa yang menjadi kebiasaan pacarnya ini.
"Satu lagi yang aku gak suka dari kamu..!"tambah Silva
"Apa..?"tanya nakul
"Kamu jangan suka minuman beralk#### itu gak baik buat kesehatan kamu,lagian itu bisa membahayakan kamu."
"Aku minumnya kan cuma dikit yang.!"
"Emang dari tadi aku gak memperhatikan apa, sebentar-sebentar kamu meneguk minuman itu."
"Ini lah dunia kami Silva,kamu harus terima ya..?Gak lengkap kalau waktu ngumpul gini gak ada botol."
"Ya ....sudahlah terserah kalian aku capek mau istirahat."
"Mau ditemenin gak..?"
"Boleh...,!"Silva mengepalkan tangannya dan di letakkan di hidung Nakul
Nakula hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya.
"Udah sana masuk kamar,jangan lupa di kunci...I Love you Silva."pesan Nakula lalu kembali bergabung dengan yang lainnya .
Pesta di lanjutkan dengan gelak tawa para tamu,setelah melewati tengah malam acara pun di bubarkan.