TRAGEDI DI RUMAH SAKIT

726 Kata
Seminggu sudah Kak Rama dirawat,seminggu kami bergantian menjaga kak Rama.Hari ini dia sudah di perbolehkan pulang.Aku dan Kak Arman bersiap menjemput kak Rama.Sesampainya di ruang rawat aku melihat seorang wanita sedang menyuapi KK Rama dengan Sabar.Setelh berbincang ternyata wanita itu adalah mbak Sinta teman Kak Rama sejak SMA dulu.Mbak Sinta jualan makanan kuliner membantu usaha keluarga. Lagi seru kita berbincang,aku merasa ada seseorang sedang memperhatikan kami dari jendela pintu.Kak Rama yang sadar akan hal itu.Menyuruh kami untuk selalu waspada.Selang beberapa menit terdengar suara Nakula. "Mau apa kamu....!?!!!"mendengar teguran,orang itu lari.Nakula,Devan dan Romi mengejarnya.Terjadolh ketegangan di rumah sakit.Tak lama kemudian mereka datang bersama seorang laki-laki yang memata-matai kami. "Katakan siapa yang menyuruhmu..?"Tanya kak Rama dengan nada datar "Tidak ada Tuan..."jawabnya gugup "Lantas sedang apa kau...disini.Hah..?!!"Tanya Nakula dengan nada keras.Baru kali ini aku mendengar Nakula bicara dengan Nada keras. "Kita bawa saja Kak.Sepertinya orang ini ini mencurigakan."tambah Romi "Lepaskan saya Tuan,saya hanya orang biasa.Kebetulan lewat."katanya membela diri. "Lepaskan dia..."kata kak Rama "Tapi bang..."Nakula tak terima dengan ucapan kak Rama. Kak Rama memberi kode pada mereka bertiga,hanya mereka yang tau apa yang di maksud kak Rama. Lalu laki-laki itu dilepaskan,dia mendekati kak Rama.Aku kira dia mau mengucapkan terima kasih.Tapi yang terjadi dia malah menyerang kak Rama.Dengan sigap kak Rama menangkis serangan.Suasana kembali tegang,walau dengan keadaan belum pulih sepenuhnya kak Rama mampu mengalahkan laki-laki itu. Ya...kak Rama kan Bos Mafia melumpuhkan satu orang hal yang mudah buatnya.Nakula dan Devan dengan cepat menangkap orang itu. "Kita bawa saja orang ini,tak baik kita ribut di rumah sakit.!"ucap Devan "Tunggu..!"kata kak Rama.Dia mendekati orang itu dan menggeledah saku celananya didapatinya sepucuk surat. Di dalam surat itu tertulis, laki-laki itu di suruh menaruh Racun di dalam ruangan kak Rama.Setelah membaca surat itu segera kami meninggalkan ruangan.Beberapa detik kemudian di dalam ruangan ada asap mengepul. Tak selesai sampai disitu,setelah kami ada di tempat parkir.Ada segerombolan orang menyerang kami.Di antara mereka bahkan ada yang membawa se###ta ta###. "Kak Arman..jaga Silva dan Sinta...ajak mereka berlindung ke tempat yang aman...!!"perintah kak Rama Kak Arman mengajak ku dan mbak Sinta sembunyi.Sedangkan mereka berempat melawan segerombolan pr####. "Kenapa semua harus terjadi kak ..?"tanyaku pada kak Arman "Memang seperti ini Sil,pesanging Rama gak ingin Rama kembali dengan selamat." "Inikan berbahaya kak,kenapa kak Rama mengambil resiko sebesar ini..?"tanya cemas "Semua ini demi kebahagian kita Sil."kata kak Arman Singkat "Pa...lagi sejak Rama di tinggalin Gita ,saat ayah kalian gak punya papa dan Gita memilih orang yang lebih kaya .Sejak itu juga Rama nekad memilih jalan ini.Sakit hati yang dia Rasakan mengubah kepribadiannya."tambah MBK Sinta Aku hanya terdiam,menyesali atas p yang aku lakukan selama ini pada kak Rama. Sekitar satu Jam kemudian Polisi datang suasana kini menjadi tenang.Baku hantam berhenti setelah seorang komandan Polisi menembakkan Pistolnya ke Udara. Pr#### itu pada berhamburan,ada beberapa di antara mereka di bawa ke kantor polisi. Aku melihat kak Rama sedang berbicara serius dengan Komandan Polisi.Sedangkan Nakula,Romi dan Devan membantu menangkap pre###.Yang sudah gak berdaya. "Keluarlah..... !!!!semua sudah aman sekarang.!"teriak kak Rama Kami keluar dengan rasa tetap waspada takut kalau-kalau masih ada pre### yang mengintai.Aku langsung memeluk tubuh kak Rama.Tangan,badannya masih gemetar karena amarah detak jantungnya berdetak dengan cepat. "Kak ..."belum selesai aku bertanya kak Rama sudah mengisyaratkan kalau dia baik-baik saja. Ku menengok ke arah Nakula yang ada di samping kak Rama,di bibirnya ada luka mungkin itu bekas to######. Ku hampiri dia,ku usap darah yang ada di bibirnya. "Augh...."desahnya "Sakit ya.?"tanyaku cemas "Tadi sakit yang,setelah kena tangan lembutmu sakitnya langsung hilang."Nakula tersenyum sambil menahan sakit. "Dasar bandel.!"ku tinju perutnya perlahan "Sakit Yang."Semua yang melihat hanya tertawa. "Kenalkan ini Komandan Danu,dia sahabatku selalu datang tepat waktu."kak Rama memegang memperkenalkan sesosok laki-laki yang gagah dan berpangkat itu pada kami. "Ini Silva adik kesayanganku,ini kak Arman kakak tertuaku dan ini Sinta teman kita semasa SMA dulu.sambung kak Rama.Kami bersalaman bergantian memperkenalkan diri. "Sinta,yang dulu tomboy.sering di b#### sama teman-teman.Wahhhh....gak nyangka sekarang seanggun ini.?"Puji Komandan Polisi pada kak Sinta "Sekarang kalian pacaran ya...?"sambungnya. "Tidak-tidak....!kita hanya berteman teman dekat,dia sekarang mengelola bisnis Kuliner keluarganya.Makanannya enak-enak lain waktu kamu harus mampir."puji kak Rama pada Sinta. "Maaf,aku pamit dulu.Kasihan ibu sendiri di toko."pinta kak Sinta yang dari tadi hanya senyum-senyum mendengar obrolan kami. "Mbak Sinta bareng kita aja,?"pintaku. "Maaf Sil,bukannya mbak gak mau.Mbak harus mampir ke supermarket dulu membeli bahan."jelasnya "Kamu yakin pergi sendiri.?"tanya kak Rama cemas.Mbak Sinta hanya mengangguk. Setelah mbak Sinta pergi,Polisi membawa Pr#### itu,kami juga pulang ke rumah.Pasti semua sudah menunggu. _#_#_#####_#_#_
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN