Sejak subuh hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang. Shahnaz yang rencananya akan pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali terpaksa harus menunggu dulu hingga hujan reda. Ia tak sabar ingin mengetahui kondisi ayahnya secara langsung pasca operasi kemarin sore. Meskipun ibunya sudah memberikan kabar. Kini ia duduk di meja makan ditemani oleh Yani, ARTnya untuk sarapan. Meskipun Yani seorang ART namun, Shahnaz memperlakukannya dengan baik. Ia dan keluarga selalu mengajaknya makan bersama. Seperti saat ini. Bagi mereka Yani sudah seperti keluarganya sendiri. "Mbak kok makannya sedikit sekali?" Yani menatap Shahnaz khawatir yang hanya makan dalam porsi sedikit. Ia sudah tahu kondisi anak majikannya yang tengah hamil muda. "Kurang selera, Yan," jawab Shahnaz. Ia hanya makan selembar ro

