Shahnaz menyembunyikan dirinya agar tak terlihat oleh Roni. Ia masih belum siap untuk bertemu dengannya. Tanpa sadar tangan kirinya langsung mengelus perutnya. Kehamilannya kini berusia sebelas minggu, sudah sedikit menonjol meski belum terlihat. Ia bimbang harus bagaimana. Tak lama lagi perutnya akan semakin membesar. "Neng, ayo makanannya dihabiskan!jangan bengong saja!"Bi Esih menyadarkan Shahnaz dari lamunannya. Sejak tadi ART itu memperhatikan Shahnaz. Wanita berambut panjang itu hanya mengaduk-aduk gado-gado yang kini tinggal tersisa separuh. "Jangan banyak pikiran, Neng. Kasihan bayi di perutnya. Sekarang ini, Neng Shahnaz tidak sendirian," ART itu mengingatkan. "Iya, Bi." Ia kembali menyuap makanannya. Wanita hamil itu juga menyempatkan diri untuk melirik ke arah warung kop

