Arifa sudah berada di rumah kedua orang tuanya. Ia sudah minta izin Bu Elma untuk sementara waktu tinggal bersama Bu Diah dan Pak Cahya. Awalnya Bu Elma menolak dengan alasan ia tak memiliki teman mengobrol namun lama-lama dirinya setuju setelah Bu Diah memberikan penjelasan. Namanya hamil muda pasti butuh dukungan lebih. Bukan hanya dari suami namun juga keluarga terdekat terutama sosok ibunya. Terlebih Arifa merupakan sosok yang sangat manja meskipun memiliki seorang adik. Terkadang Bu Diah dan Pak Cahya menganggap Arif, anak lelaki mereka yang baru berusia tujuh belas tahun adalah kakak Arifa. Ia lebih dewasa dari kakaknya. "Alhamdulillah, akhirnya sampai juga." Bu Diah bersyukur karena mereka sudah berada di rumah dan putrinya tak perlu dirawat terlalu lama. Kondisi Arifa terlihat s

