Tidak ada yang menarik dengan rumah yang selalu Safira jadikan tempat pulang namun Safira juga tidak memiliki alasan yang kuat untuk meninggalkan rumah ini. Tidak ada yang menarik tentang kehidupan Safira. Semua berjalan sesuai dengan aturan yang tidak pernah tertulis namun ketika dia tidak melakukan itu Safira seolah sudah melakukan pelanggaran. "Kenapa pulang terlambat?" Suara dingin itu membuat langkah Safira langsung terhenti. Genggaman tangannya pada pembatas tangga mengerat. "Makan di luar sama teman." "Dan kamu membiarkan mama dan papa makan kesepian di rumah? Kalau kamu bilang, kita bisa makan di luar Safira!" Safira memejamkan matanya sejenak. Berusaha untuk mengendalikan diri. Safira tidak boleh menaikkan suaranya sedikitpun. "Maaf, Ma. Aku lupa ngabarin." Ini kesalahan Sa

