KAMAR YANG TAK TERKUNCI

2271 Kata

Rafael PoV “Sore yang menyebalkan!” keluhku menahan rasa jengkel di hati. Aku tak memiliki feeling apapun ketika Ayah dan Ibu mengajakku ke rumah Eyang di rumah besar. Herannya, Devi bahkan ikut bersama kami. Ntah apa pasalnya yang membuat perempuan satu ini selalu saja terlihat di mana-mana. Tapi aku tak akan mengambil pusing semuanya, jika saja aku tak dikejutkan dengan keberadaannya di sana, di rumah Eyang. Ya, memang tak ada yang salah jika dia disana karena memang itu rumahnya. Kehadirannya yang santun, selalu sukses membuatku terpesona. Tapi entah mengapa tiba-tiba terlintas di otakku untuk menguji perasaan kami, perasaan cintaku padanya dan perasaannya padaku. Dan satu-satunya sarana yang tepat kali ini adalah keberadaan Devi. Aku akan mencoba membuatnya cemburu. Rasanya nyaris

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN