Sinta PoV “Apa yang membuat Anda kembali mengajukan surat pengunduran, Nona?” Mata Pak Adam sepertinya tidak selesai membaca surat pengunduran diriku. Ia langsung menanyakan alasan mengapa aku mengajukan surat ini lagi. Aku masih terdiam. Sedikit menunduk. Tidak ada alasan yang bisa dijabarkan pada Pak Adam. “Apa kesejahteraan yang kami berikan kurang memadai, Nona?” Aku mendongak dan menggeleng. Berpikir sejenak alasan apa yang tepat agar bisa mendapat persetujuannya. “Saya hanya ingin sedikit beristirahat, Pak.” jawabku setelah sekilas memikirkan alasannya. “Bahkan perusahaan akan memberikan anda waktu untuk cuti, Nona,” jawab Pak Adam, kukuh tak ingin aku keluar. Aku menarik napas berat. “Maaf, Pak. Keinginan saya sudah bulat!” Pak Adam terdengar mendesah kecewa karena keputusa

