TOILET KAFE (2)

1672 Kata

Rafael PoV Aku memang laki-laki yang terlahir dengan berbagai keberuntungan yang bahkan aku sendiri nyaris tak percaya. Setelah pagi tadi aku mendapatkan sarapan sebuah ciuman manis, meski dari hasil memaksakan diri. Siang ini rupanya aku akan mendapatkan makan siang yang jauh lebih nikmat dari yang semula aku bayangkan. Bagaimana tidak ? Siang ini, entah kenapa Ibu menyodorkan Devi untuk mengajakku makan siang. Meskipun akhirnya aku mensyukuri ajakan si cantik yang manja dan sombong ini. Lalu ketika tanpa sengaja aku menangkap bayangan dua sosok berjalan memasuki kafe ini, hatiku seketika berdesir hebat. Bagaimana  tidak, dua perempuan yang memasuki kafe sambil berbincang itu adalah Sinta. Sintaku, Wanitaku! Kuawasi setiap gerak-geriknya. Tuhan, senyumnya yang santun sangat sempurna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN