“Oskar, kenapa kamu menyeretku?” Embun kaget karena pria bule berperawakan tinggi itu membawanya keluar ruangan seolah kejadian mati lampu di sengaja olehnya. “Karena aku sedih melihatmu.” “Apa?” “Kamu menatapnya tanpa berkedip dan dia ternyata sudah memiliki kekasih,” ucap Oskar dan Embun tahu apa maksud pria itu. “Its OK, I’m fine.” Embun memegang pergelangan tangan Oskar bahkan menggoyangnya. Bibirnya menyunggingkan senyum dan membuat Oskar malah semakin yakin kalau gadis yang disukainya itu tidak dalam keadaan baik-baik saja. “No, you are lie.” “Aku tidak bohong,” ucap Embun dengan senyuman lebar. “Aku baik-baik saja, terima kasih sudah mencemaskanku, aku senang kamu juga datang ke acara ini.” Embun menganggukkan kepala mencoba untuk semakin meyakinkan Oskar. Pria itu pada akh

