Bab 13 Rindu

1819 Kata

Beberapa jam sebelumnya “Ke mana Pak?” Embun yang baru saja menerima berkas dari tangan sang atasan mencoba mencari penegasan. Rain baru saja memintanya menemani ke gelaran acara perusahaan Bianca. “Maaf Pak saya belum siap ketemu calon mertua,” ucap Embun tanpa rasa malu. “Nglunjak ya kamu.” Rain memasang wajah garang, melipat tangannya ke depan d**a lalu menyandarkan punggung ke sandaran kursi. “Sepertinya aku harus menegaskan sesuatu bahwa aku sudah tidak memiliki perasaan padamu.” “Jadi apa kamu sudah memaafkanku?” Embun berbicara tidak formal dan itu menyebabkan mata Rain menyipit tajam. “Maaf, jadi apa Anda sudah memaafkan saya?” Rain berdiri dan membentuk smirk, dia melewati Embun begitu saja tanpa berniat menjawab pertanyaan sekretaris sekaligus mantan cinta SMA nya itu. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN