“Kamu mau di antar ke mana Bu? Mau pulang dengan Mami Papi ke rumah kakek atau hotel?” tanya Axel sambil melirik putrinya dari kaca tengah mobil. Sepanjang perjalanan sejak pulang dari acara di kediaman Rain, Embun hanya diam dan tak secerewet biasanya. “Hotel saja Pi, kalau boleh,” jawab Embun dengan nada suara lemah.”Tidak, harus boleh. Memangnya ada kamar lagi di rumah kakek?”imbuhnya. Jojo dan Axel pun saling lirik dan tertawa. Seperti itu lah putri mereka, Jojo merasa bersyukur karena dulu setelah melihat perubahan drastis Embun sekembalinya ke Australia, dia langsung membawa sang putri ke ahli kejiwaan. Ia tidak ingin sampai Embun memiliki phobia seperti dirinya karena sebuah trauma. Bagi sebagian orang di negara ini mungkin mendatangi dokter jiwa diartikan gila, memalukan dan sepe

