“Lepas! apa yang kalian lakukan?” Embun meronta saat dua pria itu membawanya masuk ke dalam rumah Skala lewat pintu samping. Bukannya mendengarkan omongannya, dua pria yang mengenakan setelan jas hitam itu malah berdebat sendiri. “Kamar Pak Rain?” “Tidak, Ibu bilang kamar siapa saja asal jangan kamar Pak Rain,” jawab yang satunya. “Kamar Tamu? "Banyak debunya pasti." “Sudah kita bawa saja dia naik dulu dengan aman.” Embun meronta lagi, dia bingung penculikan macam apa yang sedang terjadi kepadanya ini, bagaimana bisa dengan entengnya penculik berdiskusi di dekat korban. Hingga dia pun meminta tangannya dilepas. “Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri, aku tahu apa yang terjadi, jadi aku pastikan aku tidak akan kabur. Ibu Bianca pasti menyuruh kalian menculikku agar tidak mengga

