Mata Rain terus mengawasi, dia yang sengaja datang lebih bagi ternyata harus sial mendapati pemandangan seperti saat ini. Oskar nampak membawa sebuah tas bekal, Rain juga merasa bahwa Embun berpenampilan manis karena pria bule itu. Rain mulai menggerutu sendiri, dia merasa bahwa perasaan Embun kepadanya hanya lah perasaan bersalah, tak ada lagi rasa suka seperti yang dia pikirkan semenjak gadis itu muncul. “Kemarin dia masih memakai kacamata, tapi kenapa setelah kadal gurun itu datang dia melepasnya?” “Lihat! dia tersenyum lebar.” Rain menggerutu lantas mengangkat pantatnya untuk bisa melihat dengan jelas, karena ternyata Embun pergi keluar bersama Oskar. Ingin mencegah tapi Rain gengsi, untuk apa bersikap konyol, terlebih saat itu belum masuk jam kerja kantornya. Embun dan Oskar ternya

