“Asupan gizi di kantin? Maksud Anda apa bule ganteng chef baru bagian produksi?” “Ah … apa dia chef yang dikirim oleh perusahaan Belgia itu, siapa namanya?” tanya Rain dengan dagu yang terangkat ke atas seolah meremehkan. “Oskar, namanya Alexander Oskar. Anda harus merasakan masakannya Pak.” Embun tersenyum lantas menunduk pamit. Ia hampir melangkah pergi tapi tertahan karena Rain bertanya kembali. “Kenapa harus?” Embun mau tak mau menolehkan badan kembali karena pertanyaan itu. “Karena masakannya bisa membuat siapa pun yang menyantapnya merasa bahagia.” Rain tersenyum miring, merutuki dirinya sendiri kenapa harus bertanya seperti itu ke Embun. *** Seperti biasa pukul lima sore, Embun berpamitan ke Rain untuk pulang. Tidak seperti biasanya, saat dia masuk atasannya itu sudah memaka

