“Kamu ke sini mau makan, atau mau cosplay jadi patung Pancoran?” Rain mengenal jelas suara itu, suara milik pria terdekatnya yang tegas tapi kadang bertingkah jenaka. Ia menoleh dan mendapati Skala juga Beni yang tidak berdiri jauh dari posisi papanya. Kesal dengan apa yang dia lihat, Rain seolah ingin melampiaskannya. Ia dekati Beni dan protes berbau sindiran. “Sekretaris yang Pak Ben pilih sungguh sangat kompeten sekali, dia melakukan kesalahan besar, jika saja aku tidak memeriksanya pasti akan menjadi bencana.” “Saya tidak memilihnya Pak, itu karena hanya dia yang tersisa.” Beni mencuri pandang ke Skala yang malah tertawa di belakang punggung Rain. Pria itu melongok dan melihat Embun sedang bebricara dengan Oskar. “Memang kesalahan apa yang dia buat sampai akan mendatangkan bencan

