“Yang mereka tahu saya bekerja di hotel.” “Wah … cari mati!” Rain menggeleng tak percaya, melihat Embun gelisah sampai menggigiti kuku jarinya dia menjadi tak tega. “Pak, saya mohon izin pulang lebih awal. Saya akan menggantinya dengan bekerja lembur besok.” Bukannya menjawab pertanyaan Embun, Rain malah berdiri. Ia ambil kunci mobilnya di meja lantas mendekat ke gadis yang terlihat ketakutan itu. “Apa kamu yakin bisa lembur setelah ini? ayo aku antar ke hotel, jika memakai taksi pasti akan jauh lebih lama.” “Hah ... iya?” Embun melongo tak percaya, mantan kekasih sekaligus atasannya yang kakunya melebihi kanebo kering itu menawarkan hal yang tidak dia duga sebelumnya. “Ayo cepat! kamu bisa memikirkan alasan untuk disampaikan ke orangtuamu di mobil." Mereka keluar ruang kerja

