Mengaduk-aduk makanannya karena sama sekali tak memiliki napsu makan, Embun membuat Mika dan seorang temannya heran. Ia tadi yang mengajak mereka makan siang di kantin, tapi dia sendiri yang terlihat tak berselera. “Apa tidak enak?” tanya Mika ke Embun tapi tak ada jawaban, hingga dia menoleh teman di sebelahnya dan hanya dibalas dengan sebuah kedikan bahu. “Embun!” panggilnya karena dirasa Embun sedang tidak fokus. Benar saja, tidak ada respon dan Mika memilih menggoyangkan tangan sekretaris Rain itu. “Ah … iya, ada apa Ka?” “Ya ampun, ini masih siang bolong dan kamu sudah melamun. Apa makanannya tidak enak? Kamu bilang tadi lapar, tapi sepertinya kamu baru menelan satu suapan.” Embun seketika melihat piring miliknya, dia tersenyum untuk menutupi rasa aneh yang menyergap d**a dan mu

