Dari balik belakang Dewa tersemat sebuah senyuman dari bibir Keyla. Sambil mengeringkan rambut perempuan itu terus melihat ke arah suaminya yang masih terlihat marah karena kejadian di pesta tadi. Keyla kini memakai handuk kimono dengan melilit handuk kecil berwarna putih di kepala menghampiri Dewa. Duduk di sampingnya sambil melihat ke arah laptop yang kini menampilkan statistic perusahaannya. “Bukannya ini seharusnya di sini, Wa?” tujuknya pada layar. “Kamu ini kayak paham aja. Udah, tidur sana jangan ganggu!” “Ya udah nggak usah nggegas gitu. Aku kan cuma kasih saran, lagian gini-gini nih, aku juga kuliah loh jadi paham soal begituan.” Keyla mendengus kemudian pergi. Berdiri di depan cermin kemudian melepaskan handuk di kepalanya. Melihat ke arah Dewa dari balik cermin sambil t

