Renaldi datang bukan ke hadapan orang yang pernah ia peluk sambil gemetar. Tangannya memegang map tipis berwarna abu-abu, bersih, tanpa satu lipatan pun. Tidak ada bunga sebagaimana harusnya. Zane yang duduk di kursi seberang meja kecil itu langsung merasakannya, merasakan sebuah jarak. Renaldi berdiri beberapa detik sebelum duduk. Ketika ia akhirnya duduk, punggungnya tegak, kedua kakinya menapak sejajar. Zane mengerjap. Tangannya refleks meremas ujung lengan baju sendiri. "Kenapa… kamu kelihatan seperti mau presentasi?” Renaldi tidak langsung menjawab. Ia meletakkan map itu di atas meja, tepat di tengah, lalu merapikannya lagi meski sudah lurus. "Aku mau bicara." katanya. Zane menelan ludah. Ia duduk lebih tegak. "Oke." Renaldi membuka map. Di dalamnya hanya ada beberapa lembar k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


