Bab 18

1519 Kata

Zane duduk di tepi tempat tidurnya, dengan lutut ditekuk ke d**a, mencoba menenangkan sarafnya. Kamar terasa sunyi, Rena sedang mandi. Ponselnya bergetar di atas kasur, menampilkan nama Rendi. Zane segera meraihnya. "Halo, Rendi," sapa Zane. "Zane! Gimana kabarmu?" "Baik. Kamu? Tugasmu sudah selesai?" "Tugas aman! Aku telepon sambil jalan nih, mau jemput Perl. Dia habis di kelas yang paling membosankan di dunia." Rendi tertawa. Zane tersenyum kecil. "Tolong sampaikan salamku pada Perl, ya." "Yah... Tadi pagi dia panik karena nggak bisa nemuin kunci motornya. Ternyata dia lupa, kuncinya masih nyantol di jaketku dari semalam waktu kita nonton." Rendi menceritakan detail kecil itu seperti hal paling menggemaskan di dunia. "Aku nggak bisa marah. Cuma ketawa aja. Lihat wajah paniknya i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN