Kampus berisik pagi ini. Spanduk warna-warni digantung di sepanjang koridor. Mahasiswa lintas jurusan hilir mudik membawa kardus, cat, papan triplek, atau sekadar minuman dingin untuk mengatasi panas. Festival tahunan kampus selalu ramai. Zane berjalan di tengah keramaian. Rambutnya kini lebih rapi, dipotong pendek, dengan garis samping yang bersih. Gaya pakaiannya sederhana dengan kaus putih dan jaket denim, celana hitam, sepatu bersih. Di kanan kirinya, lingkaran pertemanan barunya bercanda tanpa henti. Mereka datang dari berbagai jurusan, mulai dari sastra, komunikasi, seni rupa, ekonomi, teman-teman yang ditemuinya selama dua tahun belakangan. Awalnya mereka hanya kenalan dari kelas atau kegiatan kampus, tetapi Zane yang dulu tertutup perlahan berubah. Ia mulai membalas ajakan maka

