Bab 33

1544 Kata

Saat kembang api mereda untuk jeda beberapa detik, suasana di sekitar menjadi lebih sunyi dari biasanya. Tak hening, tetapi cukup untuk membuat beberapa suara dari kejauhan terdengar lebih jelas. Dan di sela suara obrolan mahasiswa dari prodi lain, Zane mendengar sesuatu. Sebuah suara. Rendah. Halus. Datang dari arah belakang tenda kuliner. Mirip Renaldi. Terlalu mirip. Zane langsung berhenti bergerak. Tubuhnya menegang. Bahunya naik sedikit. Napasnya tercekat. Bola matanya membesar sesaat, refleks mencari asal suara itu. Ia menoleh cepat, lehernya kaku. Mungkin hanya angin membawa suara orang lain. Mungkin hanya halusinasi. Terapisnya bilang, trauma bisa memalsukan persepsi. Ia tahu itu. Tapi reaksi tubuhnya jujur. Ia mendengar suara itu. Temannya masih tertawa, masih mengobrol,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN