Renaldi terpaku. Tubuhnya kaku seketika. Tarikan tiba-tiba itu membuat langkahnya terhenti. Lengan seseorang melingkar kuat di pinggangnya dari belakang, menahan, mengekang, sekaligus bergetar. Napas Renaldi memburu pendek. Ia tidak bergerak. Tidak menoleh. Tidak berani memastikan. Sensasi itu terlalu familiar. Terlalu lama hilang. Terlalu mengejutkan untuk diterima dalam sekali hembusan. Di balik tubuhnya, Zane menunduk, menempelkan dahinya di punggung Renaldi. Pelukannya rapat. Nafasnya kasar, terhuyung, seperti seseorang yang telah berlari jauh lalu menemukan sesuatu yang tak pernah ia sangka kembali. Untuk beberapa detik pertama, Zane tidak berkata apa-apa. Hanya diam. Hanya menggenggam Renaldi seakan hidupnya sendiri bergantung pada genggaman itu. Renaldi masih membeku. Ia tid

