Udara lembab di terowongan pembuangan terasa seperti selubung dingin, memeluk erat ketakutan Seraphina. Suara gemericik air yang naik menyatu dengan detak jantungnya yang berpacu, mengikis harapan yang tersisa. Tuan Vale berdiri di depan, bayangan raksasa yang menelan sisa cahaya senter Damien, disokong oleh barisan pria bersenjata lengkap. Mata Tuan Vale berkilat, bukan dengan kejahatan biasa, tetapi dengan gairah seorang fanatik yang telah menemukan kunci kerajaannya. "Selamat datang, Damien. Seraphina." Suara Tuan Vale bergema di lorong sempit, memantul di dinding berlumut. Nada suaranya tenang, namun mengandung ancaman yang lebih tajam dari bilah pisau. "Proyek Phoenix sudah menanti kalian." Damien merasakan darah mengalir dari bahunya, namun rasa sakit fisik tidak sebanding dengan

