Ara kemudian berjalan menyusuri pelataran kampusnya sambil memikirkan sesuatu. Ada sesuatu yang seharusnya Yudis dan dia bahas tadi. Terutama bagi Ara, dia harus mengetahui alasan jelas kenapa Yudis menciumnya tadi. Tapi, Ara kemudian tersadar sesuatu. Kalau itu awalnya dia sendiri yang memulainya. Kalau saja Ara tidak memulai duluan, mungkin saja Yudis tidak akan melakukan hal tadi. Apa itu artinya Yudis mengetahui kalau Ara memang menyukai Mas Yudis. ‘Astaga, kenapa gue bego amat!’ Ara memukul-mukul jidatnya dengan telapak tangannya. Ara merasa kalau dia sudah melakukan hal yang paling bodoh. “Kenapa Ra?” tanya Romeo tiba-tiba susah berada di samping Ara berjalan beriringan dengannya. “Ah, Rom. Loe baru datang juga?” tanya Ara agak terkejut melihat Romeo yang sudah ada di dekatnya

