Wajah Ara bertambah memerah, mana kala dia mendengar Yudis mulai buka suara. “Ki-kita berangkat!” ucap Yudis juga gugup. Dia juga merasakan hal yang sama dengan Ara. Malu dan menjadi canggung. “I-iya,” jawab Ara sambi tertawa meringis. Mencoba menyembunyikan rasa malunya saat ini. Dia melihat Yudis sepertinya tidak ingin mengomentari apa yang barusan terjadi itu. Ara kemudia melirik sekilas kalau wajah Yudis juga sama memerah. Astaga, apa dia juga malu? “M-mas, yang ta-tadi ---,” Ara ingin sekali membahasnya. Dia tidak mau kalau Yudis sampai salah paham padanya. “Kenapa yang tadi?” tanya Yudis berusaha untuk terlihat tenang dan santai. Meskipun Yudis memang terlihat sedang berpura-pura. Menatap Yudis yang sama-sama gugup, Ara kemudian tidak melanjutkan apa yang ingin dia sampaik

