Semenjak Ara sembuh dari sakitnya, Yudis sepertinya lebih memperhatikan Ara lebih dari biasanya. Itu terlihat pada pagi hari ini. Tumbennya Yudis tidak pernah rewel dan cerewet seperti biasanya kalau sedang di rumah. Ara menyiapkan sarapan untuknya dan Yudis. Hari ini Ara sudah mulai kuliah lagi. Tanpa banyak bicara Yudis menikmati sarapannya kali ini. Biasanya dia akan cerewet mengomentari masakan atau hasil kerja Ara. Melihat perbedaan Yudis yang seperti itu, tentu saja membuat Ara menjadi penasaran. Sepertinya dengan sikap Yudis yang tak biasa itu, Ara mengartikan kalau dia sudah berbuat sesuatu yang salah padanya. “Mas, tumben enggak kayak biasanya, lagi sakit gigi ya?” tanya Ara melihat Yudis yang makan dengan perlahan, mengunyah dengan pelan. Memang persis seperti orang yang sedan

